Sekitar 20 Tahun yang lalu saya lahir sebagai seorang laki-laki yang dimana Nama Ayah saya bernama Edi Muchtar dan Ibu Saya Bernama Bahria, Pendidikan Terakhir saya di SMK 1 Maros dan mulai menggeluti dunia IT Sejak Kelas 1 SMP, sekarang saya melanjutkat pendidikan di Salah satu Perguruan Tinggi Negeri Di Makassar dengan nama POLIMEDIA, saya adalah orang yang senang bersosial dan berorganisasi.

KUPU

Maros adalah Salah satu kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan, di kabupaten ini terdapat 14 Kecamatan, ada salah satu kecamatan yang mempunyai tampilan yang sangat eksotis dan menarik, disana ada Seni Karya Tuhan yang dicampur dengan Karya manusia dan menjadikannya sebagai tempat wisata Alam dengan Air terjun yang mempesona, disamping itu tempat ini adalah tempat dimana kupu-kupu membuat sebuah kerajaan dengan ribuan spesiesnya.

 

K1

Letaknya di Jl. Poros Maros-Bone Km.12 Kabupaten Maros, sekitar 15 Menit dari kota maros yang nama kecamatannya itu TURIKALE dan sekitar setengah jam dari BANDAR UDARA SULTAN HASANUDDIN, berbicara tentang bandara yang ada di Sulsel yang letaknya di Kabupaten Maros adalah bandara strategis menurut saya, karena berada di tengah-tengah dari semua kabupaten yang ada disulsel.

 

K3

Dari judulnya THE KINGDOM OF BUTTERFLY kita sudah membayangkan adanya kupu-kupu dan sebuah kerajaan, masyarakat disana mengatakan bahwa Kupu-kupu adalah Sebuah simbol dan pertanda bahwa akan adanya tamu atau pendatang yang akan datang ditempat itu, Coba bayangkan anda berjalan dengan dihiasi banyak kupu-kupu disekitar anda, mungkin seru dan akan menjadi pengalaman yang menarik untuk diceritakan.

K2

Mengenal sebuah tempat tidak keren kalau tak tau sejarahnya, saya akan membahas sedikit tentang sejarah, Kerajaan Kupu-kupu ini, sejarah panjang di balik namanya yang terkenal. Dalam Perjanjian Bungaya I dan II (1667-1669), Maros ditetapkan sebagai daerah yang dikuasai langsung oleh Belanda. Hal ini menjadikan bentuk-bentuk pemerintahan atau kerajaan-kerajaan kecil yang berada di dalam wilayah Kerajaan Maros diformulasikan dalam bentuk Regentschaap yang dipimpin oleh penguasa bangsawan lokal bergelar Regent (setingkat bupati).Setelah itu, Maros berubah menjadi Distrik Adat Gemenschaap yang dipimpin oleh seorang kepala distrik yang dipilih dari bangsawan lokal dengan gelar Karaeng, Arung atau Gallarang. Kerajaan Simbang merupakan salah satu Distrik Adat Gemenschaap yang berada dalam wilayah Kerajaan Maros. Distrik ini dipimpin oleh seorang bangsawan lokal bergelar Karaeng. Pada sekitar tahun 1923, Patahoeddin Daeng Paroempa, menjadi Karaeng Simbang. Ia mulai mengukuhkan kehadiran kembali Kerajaan Simbang dengan melakukan penataan dan pembangunan di wilayahnya. Salah satu program yang dijalankannya ialah dengan melaksanakan pembuatan jalan melintas Kerajaan Simbang agar mobilitas dari dan ke daerah-daerah di sekitarnya menjadi lancar. Pembuatan jalan ini, rencananya akan membelah daerah hutan belantara. Namun, suatu waktu pekerjaan tersebut terhambat akibat terdengarnya bunyi menderu dari dalam hutan yang menjadi jalur pembuatan jalan tersebut. Saat itu, para pekerja tidak berani melanjutkan pekerjaan pembuatan jalan. Karena suara gemuruh tersebut begitu keras. Karaeng Simbang yang memimpin langsung proyek ini lalu memerintahkan seorang pegawai kerajaan untuk memeriksa ke dalam hutan belantara asal suara itu. Usai sang pegawai kerajaan melakukan pemeriksaan lokasi, Karaeng Simbang lalu bertanya; “Aga ro merrung?” (Bahasa Bugis; suara apa itu yang bergemuruh?). “Benti, Puang,“ (Air, Tuanku), jawab sang pegawai tadi. “Benti”, adalah Bahasa Bugis halus atau tingkat tinggi untuk air. Kosa kata seperti ini biasanya diucapkan oleh seorang hamba atau rakyat jelata ketika bertutur dengan kaum bangsawan. Mendengar laporan tersebut, Karaeng Simbang lalu berkenan melihat langsung asal sumber suara gemuruh dimaksud.

Sesampainya di tempat asal suara, Karaeng Simbang terpana dan takjub menyaksikan luapan air begitu besar merambah batu cadas yang mengalir jatuh dari atas gunung. Beliau lalu berujar; “Makessingi kapang narekko iyae onroangngnge diasengi Benti Merrung!“ (Mungkin ada baiknya jika tempat ini dinamakan air yang bergemuruh).

K4

Jadi tujuan saya membuat artikel ini untuk memberitahukan bahwa di Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Maros ada Alam yang sangan menakjubkan yang dihiasi dengan kupu-kupu dan air terjun dan masyarakat pribumi yang peduli dengan Alam dan Tamu-tamu yang datang. Nama Kawasan yang The Kingdom of Butterfly yang saya ceritakan ini adalah  BANTIMURUNG.

 

SEKIAN